Thursday, December 4, 2008

Kisah Simple matematik....



HUAHUAHUAHUAHUAHUA..... Pesal aku gelak cam gitu.. okehlah.. kowang cuber selesaikan kes matematik neh... 1 jam setengah.. di campur 3 jam stengah .. campur lagi setengah jam.. berapa jawapanya... 4 jam 90 menet.. hehehehehehehhee..........

Mana ada laa...... 5 jam setengah laaa.....

Tuesday, December 2, 2008

30 Real feelings... is it true????

1. When a girl says she's sad, but she isn't crying, it means she's crying in her heart.

2. When she ignores you after you've done something wrong, it's best to give her some time to cool down before touching her heart with an apology.

3. A girl can't find anything to hate about the guy she loves (which is why it is so hard for her to 'get over him' after the relationship' s over.)

4. If a girl loves a guy, he will always be on her mind every minute of the day, even though she flirts with other guys.

5. When the guy she likes smiles and stares deep into her eyes, she will melt.

6. A girl likes to hear compliments, but usually not sure how to react to them.

7. When a particular guy flirts with a girl very often, a girl would start thinking the guy likes her. So if you treat a girl just as a friend, go easy on the smiles and stare ok?

8. If you don't like a girl who likes you, break it to her gently.

9. If a girl starts avoiding you after you reject her, leave her alone for a while. If you still treat her as a friend, talk to her.

10. Girls enjoy talking about what they feel. Music, poetry, drawings and writing are ways of expressing themselves (which explains why most girls like writing journals).

11. Never tell a girl that she is useless in anyway.

12. Being too serious can turn a girl off.

13. When the guy she likes calls her for the first time, the girl may act uninterested during the call. But as soon as the phone is back on the hook, she will whoop with joy and immediately start telephoning her friends to spread the news.

14. A smile means a lot to a girl.

15. If you like a girl, try making friends with her first. Let her get to know you.

16. If a girl says she can't go out with you because she has to study, leave.

17. But if she still calls you or expect a call from you, stay.

18. Don't try to guess a girl's feelings. Ask her.....

19. Hearing the words "I love you" is a great reassurance to a girl that she is beautiful.

20. After a girl falls in love with a guy, she'll wonder why she never noticed him before.

21. If you need tips on how to flirt with a girl, read romance stories.

22. When class pictures come out, a girl would first check who is standing next to her crush before actually looking at herself.

23. A girl's ex-crush will always be in her memory, but the guy she loves now stays in her heart.

24. Girls love having fun!

25..... A simple 'Hi' can brighten a girl's day.

26. A girl's best friends usually know best what she is feeling and going through.

27. Girls hate it when a guy pays attention to them just to get close to their 'prettier' friend.

28. Love means devotion, caring and happiness to a girl, in that order.

29. Some girls care about looks, some care about brains, but ALL girls want a guy who will love and care for them.

30. Girls want nothing more than to feel loved.

Sunday, November 30, 2008

TRAGEDI BUAH EPAL




Hi all, penat sungguh la meeting ngan JKNS. Ada orang tuh dpt pujian dari JKNS.. wah.. dasat... aku.. ntah bila la nak jadik camtu.. nak kena usaha gigih lagi neh..

Ishh.. terlupa plak... back to the main tittle of the story... Tragedi Buah Epal.. hurmm... nape buah epal.. nape tak nenas.. bendi.. payapa... papayalah... Ikutilah kisahnya...

Para pelakon:
1. Muhammad Amirul Hakim(Bukan nama sebenar)
2. Azlan (Bukan nama sebenar)

* 2 orang je cukup utk garap story neh....

Alkisah...
MAH: Dr, we'll look into it.
Azlan: No, you tak payah tgk pun isu neh.. u just bagi je terus access tu... Mcm BUAH EPAL la kan.. I nak tanyer U... I ada SATU BUAH EPAL.. I cakap kat U, EPAL ni sedap... manis... dan macam-macam lagi.. U appreciate tak?
MAH: Yes.
Azlan: OK.
Semua orang: Fuh.. bermadah pujangga dia neh..
Azlan: Sekiranya BUAH EPAL ni, i i potong, i bagi u rasa,, mana yang U lebih appreciate?
Azlan, MAH dan semua orang: Yang bagi rasa la....
Azlan: So, sama gak cam system neh.. kalau u bagi depa pakai dulu.. sure depa lebih appreciate....

So.. itulah kesahnya TRAGEDI BUAH EPAL... dan barulah ku tahu... LANGIT TIDAK SELALU CERAH... MENDUNG TIDAK SELALU HUJAN.. GELAP TIDAK SELALU MALAM.. CERAH TIDAK SELALU SIANG.. KARAM SINGH WALIA MELAPORTKAN......
*jgn tiru pepatah aku ini.. kerana semua pepatah adalah perkataan yang telah dipatah-patahkan.. dan tak mungkin tidak dipatahkan...

Seram ooooo....





Sakaraaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaa aaa!
Sakaraaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaa! Sakaratul maut.. maut.. maut.. maut.. maut..!

Di hari itu seorang OB rebah di kamar mandi
Diserang lemah jantungnya
Yang menggugat nyawanya
Tengah malam
Pulang dari sebuah hotel di kl
Bersama puan mudanya
Bersama mulut dan lidahnya
Yang dinajisi alkohol
Dan banglonya di atas bukit

Puan muda menelofon doktor peribadi OB
Dan doktor berkejaran bersama beg perubatannya
Dan sebatang jarum injeksen
Dibenamkan ke urat OB

Dan berombak-ombaklah nafasnya
Bergelombang dadanya
Dilambung nazak
Hempas-menghempas

Tujuh hari tujuh malam
OB bergeletekkan
Golek gelentang di pembaringan
Dan suluruh dunia dan isinya berkumpul di dalam kepalanya

Bangloku, mercedesku, wangku dalam bank Bumi
Saham-sahamku di syarikat-syarikat
Rumah-rumah sewaku
Pengarah-pengarah
Kuda-kudaku di padang gombak
Padang golfku
Anak-anakku di luar negeri
Dan isteri mudaku

Nazak hempas-menghempas
Pulas-memulas
Dan pintal-memintal



Makan? Geleng kepala
Minum? Geleng kepala
Arak? Geleng kepala
Isteri muda? Geleng kepala
Mau ke padang lumba kuda? Geleng kepala
Mau pergi ke genting highland? Geleng kepala
Melancong ke eropah? Geleng kepala
Ke mekah naik haji? Geleng kepala

Apa yang kau mahu?!

Oh tuhan..
Panjangkan umurku..

Panjang umur?
Berapa tahun engkau mahu?
100 tahun? Cukup?
Geleng kepala

63 tahun tidak cukup?
Tak puas hidup?
Tidak kenyang makan maksiat?
Belum bosan mengumpul dosa?
Kau mahu panjang umur lagi...

Sedetik lagi sakaratul maut datang
Sedetik lagi Izrail datang
Sedetik lagi malaikatul maut datang
Kau diambang sakaratul maut
Kau nazak sekarang wahai OB

Aku makin tegang
Dan makin sendat nafas di dada
Kedinginan mulai memanjang
Dan merayap kaki
Perlahan-lahan menjalar ke seluruh jasad dan.. tubuhku

Aku dilambung resah, gelisah, keluh kesah
Keluhan dan rintihan..

Panas!!!!!!! !! Dahaga!!!!!! ! Haus!!!! Panassss!!!! !!!!


Air 7 lautan mau diteguk
Sebesar 7 dunia kelaparan merobek usus-usus
Syaitan-syaitan datang berbondong-bondong
Menginjak-injak aku
Menggudah aku
Mau memurtadkan aku

Nenekku datang.. nenek!

Kau dahaga cucu?
Kau lapar cucu?
Mau air?
Ini bijana penuh air madu
Kalau cucu mau masuk syurga
Minum air ini

Ibu!!!!!!!!! !

Ibuku menggoyangkan buah susunya
Ini ibumu
Air susu ini membesarkan kau Nak
Buangkan Islam
Matilah dalam agama yahudi

Ayah!!!!!!!! !!!!

Kau datang ayah?
Matilah dalam agama yahudi wahai anakku
Matilah dalam agama kristian
Itulah agama yang membawa kau masuk ke syurga katanya

Ucaplah!
Laaaaaaaaaaaaaaaaaa ilaaaaaaaaaaahai llallaaaaaaaah!
Tidak! Tidak! Tidaaaaaaaaaaaaaaaa k!

Ucaplah!
Laaaaaaaaaaaaaaaaaa ilaaaaaaaaaaahai llallaaaaaaaah!
Tidak! Tidak! Tidaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaak!

Rumahku
Mercedesku
Wangku dalam bank
Saham-sahamku
Kuda-kudaku
Kolam mandiku
Padang golfku
Isteri-isteriku
Dan duniaku!

Sakaratul maut pun datang
Pak lebai dari rumah setinggan
Dipanggil oleh pemandu dengan mercedes
Dan memanjat bukit ke bangloku di puncak desir angin
Tapi lidahku telah kelu
Dan sakaratul maut kian detik tiba

Manusia-manusia berjubah hitam datang
Mari ikut kami!

Manusia-manusia berjubah hijau datang membawa payung hijau
Katanya..
Mari ikut kami!

Cahaya putih datang
Datang sinar kuning
Datang kiratan hitam
Cahaya merah datang

Apa ini?!
Apa ini?!

Aku sakaaaaaratul mauuuuuuuuuuuuuuuuu uuuuut!

Kedinginan menjalar merayap perlahan-lahan
Dari hujung kaki ke hujung rambut
Dan kini seluruh jasadku diseliputi sejuk
Dan dingin singgah ditengkorokkan

Kemudian datanglah malaikatul maut di hujung kepalaku

Hai!!! Jiwa yang keji!
Keluarlah kepada kemurkaan Allah!

Rohku berselerak ke seluruh tubuhku
lalu..

Inna lillahi wainna ilaihi rajiuuuuunn

Malaikat-malaikat yang menunggu sesayup mata memandang
Dan menghemburlah bau bangkai sebusuk-busuknya

Tuliskan! Suratannya dalam sektor pada bumi yang terbawah

Roh aku dicampakkan
Dikembalikan ke dalam jasad
Lalu datang dua orang malaikat
Dan didudukinya aku

Siapa Tuhanmu!
Hah hah hah aku tidak tahu!!!!!!!! !

Apa engkau mahu?!
Hah hah hah aku tidak tahu!!!!!!!!

Siapa lelaki ini yang diutus kepadamu?!
Ah ah ah aku tidak tahu!!!!!!!!

Datanglah kepadaku seorang lelaki yang hodoh wajahnya
Buruk pakaiannya
Busuk baunya

Siapa engkau?

Akulah amalanmu yang kejiiiiĆ¢€¦

Kini aku diazab dan disiksa di dalam kubur
Menunggu..
Menunggu doa anak yang soleh

Mana doa anakku seorang peguam?
Mana doa anakku seorang doktor?
Mana doa anakku seorang jurutera?
Mana doa anakku seorang arkitek?
Manaaaa doa anakku seorang profesor?
Manaaaa?! Manaaaaaaaaaaaa? ! Manaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaa? !

Wednesday, May 28, 2008

Pembunuh Secara Senyap Dalam "MSG"

MSG Tak Sekadar Penyedap Rasa

RASA adalah hal penting dalam makanan. Untuk meningkatkan citarasa
suatu makanan biasanya diperlukan kuah penyedap atau penyedap rasa
agar makanan jadi lebih lazat dan sedap. Salah satu kuah sangat
popular adalah vetsin atau bahasa kimianya MSG (monosodium glutamate).
Kehadiran MSG ini sudah diakui dapat menyebabkan masakan menjadi lebih
enak, lazat, dan sangat disukai oleh lidah kita. Namun kebelakangan
ni, para ahli kesihatan menuduh senyawa ini sebagai penyebab timbulnya
berbagai masalah kesihatan.

Kenapa MSG disukai?

MSG adalah garam dari L-asam glutamat (GLU) yang merupakan asam amino
pembentuk protein yang sangat penting bagi makhluk hidup. Senyawa ini
banyak terdapat secara alami di hampir seluruh tubuh makhluk hidup dan
makanan seperti keju, susu, daging, serta beberapa sayuran.

Tubuh manusia dan binatang memproduksi sendiri senyawa glutamat untuk
kepentingan metabolisme, fungsi otak, dan sebagai sumber tenaga. Untuk
berbagai kepentingan tersebut, manusia ibaratnya memiliki lapar berat
akan glutamat. Penelitian di Amerika menunjukkan rata-rata orang
Amerika se hari mengambil glutamat sekira 11 gram dari bahan alami, 1
gram dari MSG, 30-45 gram dari keju parmesan, dan 50 gram dari
produksi tubuh sendiri. Jadi, jika dijumlahkan, maka glutamat yang ada
di tubuh hampir 100 gram se hari!

Kerananya, tidaklah mengherankan bila MSG dibubuhkan pada makanan,
tubuh menganggapnya sebagai glutamat yang vital bagi metabolisma dan
sangat merangsang pencernaan. Hal ini pernah dinyatakan oleh Prof.
Bernd Lindmann dari University Homburg yang dalam tulisannya
mengatakan, "... bagi manusia konsume protein merupakan keperluan
mutlak untuk menjaga fungsi kehidupan, dan manusia dalam evolusinya
mengembangkan kepekaan untuk mengenali rasa protein yang amat penting
bagi fungsi kehidupannya, sekaligus menggemarinya". Dari sini pula
kita menjadi tahu mengapa makanan segera (fast food) atau chips
kentang yang banyak dibubuh bahan penyedap jauh lebih digemari orang,
terutama oleh kanak-kanak.

Apakah MSG berbahaya?

Mungkin kita berfikir, tak ada masalah jika memakan MSG dalam jumlah
besar kerana glutamat secara alami sudah ada dalam tubuh. Selain itu,
proses pembuatannya pun alami (secara fermentasi) tidak memakai bahan-
bahan kimia berbahaya. Tapi, beberapa penelitian menyebutkan MSG dapat
menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesihatan seperti kegemukan,
kerosakan otak, kerosakan sistem syaraf, depresi, sampai kaku. Hal
tersebut disebabkan glutamat yang ada dalam makanan segar seperti
daging dan beberapa sayuran ada dalam bentuk terikat dengan asam amino
lain membentuk protein. Sedangkan glutamat dalam bentuk bebas seperti
MSG merupakan senyawa exitotoxin atau beracun.

Yang paling merisaukan adalah pada otak. Mengenai hal itu seorang
profesor di Northwestern University Medical School, George E.
Shambaugh, Jr., MD menyebutkan, "…ketika sel-sel neuron di otak
menerima senyawa ini (MSG-red.), mereka menjadi sangat bergairah dan
meningkatkan impulsnya sampai pada tingkat kelelahan yang sangat
tinggi. Tapi, beberapa jam kemudian neuron-neuron tersebut mati seakan-
akan mereka bergairah untuk mati".

Jika banyak sel neuron yang mati, maka fungsi otak pun akan menurun,
yang tentunya sangat merbahaya bagi perkembangan otak, terutama anak-
anak. Dalam suatu research, anak-anak yang memakan sup mengandung MSG
dan minum dengan Nutrasweet (soft drink) darahnya akan mempunyai
tingkat excitotoxin (keracunan) 6 kali lebih besar dari excitotoxin
yang menghancurkan hypothalamus neuron pada anak tikus. Jadi, menurut
Prof. George E. Shambaugh, makin muda anak, makin besar bahaya yang
dapat ditimbulkan MSG pada otak.

MSG juga sering dikait-kaitkan dengan masalah Cancer. Dr. Russell
Blaylock seorang doktor ahli bedah otak dalam artikel "Health and
Nutrition Secrets" menyebutkan, glutamat bebas dan senyawa excitotoxin
lainnya (seperti aspartame dalam soft drink) dapat menghasilkan jumlah
radikal bebas yang sangat banyak dalam jaringan tubuh. Jika radikal-
radikal bebas ini terus-menerus mengauli DNA, maka gen cancer akan
teraktif dan menimbulkan cancer. Walaupun di dalam tubuh sudah
terdapat enzim yang berfungsi menangkap dan menutralkan radikal bebas
tersebut, tetap saja kemungkinan ini akan lebih mudah terjadi bila gen
orang tersebut mudah diserang cancer, sistem kekebalan tubuhnya
rendah, dan pola hidup tidak sihat.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh tersebut, makanan yang dimakan
harus seimbang. Dalam hal ini, untuk meredam radikal bebas yang
disebabkan MSG, memakan makanan yang banyak mengandung vitamin C,
vitamin E, dan co-enzym Q10 dalam lemak akan sangat membantu. Selain
itu, untuk memperkuat rasa, boleh digunakan bahan penyedap lain
seperti kicap, santan kelapa, dan kuah tradisional lainnya yang kurang
lemak.***

...........................................................................­....................................................

A SILENT KILLER OF MSG

A silent killer that's worse than alcohol, nicotine, and drugs is
likely lurking in your kitchen cabinets and even your child's school
cafeteria. It's monosodium glutamate (MSG), a flavor enhancer that's
known widely as an addition to Chinese food, but that's actually added
to thousands of the foods you eat.

In this telling three-part video series, you'll find out why Dr.
Russell Blaylock, a board-certified neurosurgeon, describes MSG as a
dangerous excitotoxin, and learn how this toxin could be making you
fat.

MSG is used in countless foods in your supermarket, local restaurants,
school cafeterias, and more. Everything from soup to crackers to meats
may contain it because MSG, as dangerous as it is, makes food taste
good and it is dirt cheap, just like sugar.

Incredibly, even infant formulas and baby food contain this poison,
even though babies and infants, who are four times more sensitive than
adults to the toxic effects of this chemical, are the most at risk.

There are a couple of main reasons why MSG is one of the worst food
additives on the market. First, as Dr. Blaylock, author of the highly
recommended Excitotoxins: The Taste that Kills, says in the video, MSG
is an excitotoxin, which means that it overexcites your cells to the
point of damage, acting as a poison. The second part of the equation
is that MSG can be literally hidden in food labels, under names like
broth, casein, hydrolyzed, autolyzed, and more, making it extremely
difficult to identify.

MSG is also a probable cause contributing to the obesity epidemic. As
the FDA continues to vouch for its safety, scientists have known that
MSG causes obesity since the 1960s!

It is clearly not worth a few bites of tasty junk food to give your
body the green light to produce visceral fat, the most dangerous type
that surrounds your organs and increases your risk of heart attack,
stroke, insomnia, type 2 diabetes, and more.

Yet, that is exactly what you're doing when you eat foods that contain
MSG.

Eliminating MSG from your diet is a wise choice for everyone,
including pregnant women. To do so, stick to natural, unprocessed
foods. And, if you do eat processed foods, be on the lookout for the
many hidden names for MSG on food labels. They include (but are far
from limited to):

Gelatin
Hydrolyzed Vegetable Protein (HVP)
Yeast Extract
Malted Barley
Rice Syrup or Brown Rice Syrup
The dangers surrounding MSG are, perhaps, most concerning for new moms
who are unable to breastfeed, and are looking for an alternative to
the MSG-laden infant formulas on the market. Fortunately, women who
are unable to breastfeed can make an extremely nutritious, MSG-free
infant formula for their baby using raw milk.

Eye Damage from MSG

Controversy surrounding food additive MSG (monosodium glutamate-a
common flavor enhancer) was re-ignited when a Japanese researcher
suggested that consuming too much of the ingredient could make you go
blind.

Researchers at Hirosaki University in Japan have found that rats fed
diets high in MSG suffer vision loss and have thinner retinas than
those in the control group. Glutamate, a group of chemicals that
includes MSG, is an amino acid that acts as a neurotransmitter. It has
already been shown to cause nerve damage in experiments where it is
injected directly into the eye.

MSG, a sodium salt of the amino acid glutamic acid and a form of
glutamate, is used as a flavor enhancer in a variety of foods prepared
in restaurants and by food processors. While technically MSG is only
one of several forms of free glutamate used in foods, consumers
frequently use the term MSG to mean all free glutamate.

Its use has become controversial in the past 30 years because of
reports of adverse reactions in people who have eaten foods that
contain MSG. According to the U.S. Food and Drug Administration (FDA),
research on the role of glutamate in the nervous system has also
raised questions about the chemical's safety.

According to lead researcher Hiroshi Ohguro, his is the first study to
show that eye damage can be caused by eating food that contains MSG. A
report in the New Scientist this week explains that in the study, rats
were fed three different diets for six months, containing either high
or moderate amounts of MSG, or none. In rats on the high-MSG diet,
some retinal nerve layers thinned by as much as 75 percent, and tests
that measured retinal response to light showed they could not see as
well. Rats on the moderate MSG diet also had damage, to a lesser
extent.

The researchers found high concentrations of MSG in the vitreous
fluid, which bathes the retina. MSG binds to receptors on retinal
cells, destroying them and causing secondary reactions that reduce the
ability of the remaining cells to relay electrical signals.

Ohguro acknowledged that large amounts of MSG were used-20 percent of
the total diet in the highest group. "Lesser amounts should be OK," he
said, "but the precise borderline amount is still unknown."

He said the findings might explain why in eastern Asia, there is a
high rate of normal-tension glaucoma, a form of the eye disease that
leads to blindness without the usual increase in pressure inside the
eyeball. The higher rate, however, could also be due to genetics.

The New Scientist report continues that Peng Tee Khaw, a glaucoma
specialist at Moorfields Eye Hospital in London, said the amounts of
MSG in the highest diet are "a lot, lot higher than you'd eat. But if
you're a sodium glutamate junky, then you could potentially run into
problems with your retina."

And while the amount of glutamate in the rats' diets was extremely
high, lower dietary intakes could produce the same effects over
several decades.

With such persuasive evidence it is clear that food processors must
brace themselves for another wave of anti-MSG activity from global
consumer associations. In a bid to reassure these same campaigners,
food scientists must continue to investigate the impact of MSG, and
free glutamates, on human health, as well as looking into
alternatives.

One step toward finding alternatives was reported by FoodNavigator.com
in April of this year. New research into the use of human taste and
smell receptors in functional assays to screen for novel receptor
activators and blockers was reported. Senomyx, the U.S. company that
carried out the research, is hoping that their research will lead them
to discover alternatives to MSG, as well as enhancers of sweet and
umami (the taste conveyed by several substances naturally occurring in
foods, including glutamate) tastes.

The Danger of MSG and How it is Hidden in Vaccines

The glutamate industry and companies, including pharmaceutical firms,
that wish to use processed free glutamic acid (MSG) in their products,
improperly claim that the term "MSG" only applies to the food
ingredient "monosodium glutamate."

They pretend not to realize that "monosodium glutamate" is nothing
more than glutamic acid that has been freed from protein through a
manufacturing process (processed free glutamic acid), salt (sodium),
and moisture. It is the processed free glutamic acid that MSG-
sensitive people react to, providing that they ingest amounts that
exceed their tolerances for the substance.

Consumers may react to processed free glutamic acid that is contained
in any food ingredient or product, including AuxiGro, regardless of
the name of the ingredient or product.

Because MSG-sensitive people may react to all ingredients and products
that contain processed free glutamic acid, they refer to such
ingredients and products as containing "MSG."

In August, 1995, the Food and Drug Administration (FDA) noted in a
document entitled the "FDA Backgrounder" that consumers frequently
refer to all [free] glutamic acid as "MSG." The "FDA Backgrounder" is
still in use by the FDA and can likely be found on their Web site.

Based on peer reviewed studies, there is no question that glutamic
acid is neurotoxic. This can be easily confirmed by accessing MEDLINE
retrieval service for studies dating from 1966 to the present, using
the words "glutamic acid" in combination with the words "brain
lesions" and then "neurotoxicity." I would also suggest that you look
up the words besity," " and "seizures" combination with the words
"glutamic acid."

There is also no question that the young are most at risk from MSG. To
confirm this, you might start by reviewing the work of John W. Olney,
MD and look up the words "glutamic acid" in combination with the words
"blood brain barrier" and "placental barrier."

You will learn that the blood brain barrier is not fully developed in
the young to protect against toxins that enter the blood, and that
glutamic acid can also penetrate the placental barrier.

Disregarding the blood brain barrier and the placental barrier issues,
the literature clearly indicates that, based on the amount of MSG used
in the 1970s, over 25% of the population react to MSG.

Although we have not reviewed all vaccines used on infants, we have
found one or two sources of processed free glutamic acid (MSG) in
those that we have information on. In discussion with a retired
executive of a company that produces vaccines, he suggested to me that
all viral vaccines would have free glutamic acid, used to feed the
live virus.

The glutamic acid in vaccines are often described as "stabilizers,"
i.e., ingredients to keep the virus alive. We describe them as a
hidden source of processed free glutamic acid (MSG).

An example for you would be the Chickenpox Vaccine by VariVax -- Merck
& Co., Inc. (Merck). This vaccine includes "L-monosodium glutamate"
and "hydrolyzed gelatin."

Another example would be Merck's M-M-R vaccine. The product insert
states that the growth medium for measles and mumps includes "amino
acids" and "glutamate." It is also stated that the medium for rubella
included "amino acids" and "hydrolyzed gelatin." Finally, it states
that the "reconstituted vaccine" for subcutaneous administration
includes hydrolyzed gelatin.

We have no way of knowing which amino acids are used in Merck's
vaccines, but we do know that the amino acids "glutamic acid,"
"aspartic acid," and "L-cysteine" are neurotoxic.

We also know that any hydrolyzed protein, such as the hydrolyzed
gelatin will contain some processed free glutamic acid (MSG), some
aspartic acid, and some L-cysteine, all considered to be neurotoxic by
neuroscientists. Even without hydrolyzing gelatin, gelatin contains
over 11% processed free glutamic acid (MSG) and some aspartic acid and
L-cysteine. It is present as a result of the manufacturing process
that results in gelatin.

The product insert for M-M-R vaccine by Merck provides a
contraindication that states, in part: "Hypersensitivity to any
component of the vaccine, including gelatin." It is footnoted to the
following reference.

I cannot help but wonder if at least some of the subjects in the study
above reacted to gelatin. Most reactions to processed free glutamic
acid (MSG), as contained in gelatin, are not IgE mediated. They are
best described as a sensitivity to a toxic substance.

If you wish to determine more about Merck vaccines, I would suggest
you call their National Service Center at (800) NSC-MERCK. Do not ask
about the presence of "MSG" in vaccines. Rather, ask about the
presence of "free glutamic acid." You will have a better chance of
getting a reliable answer.

Not long ago, a vaccine for Rotavirus came to market. The product,
which contained some processed free glutamic acid (MSG), carried a
warning in the product insert that it not be used for individuals who
had a hypersensitivity to MSG. Shortly after the Rotavirus came to
market, it was found that the vaccine resulted in digestive blockages,
and the product was withdrawn from the market.

One last comment regarding the exposure of infants to processed free
glutamic acid (MSG): the presence of processed free glutamic acid
(MSG) in infant formulas.

We have found that major brands of infant formula, if not all infant
formulas, contain some processed free glutamic acid (MSG). The
hypoallergenic soy formulas contain very high levels of MSG. See
www.truthinlabeling.org/formulacopy.html for further detail.

It might be worthwhile for someone to do a study of people who were
raised on hypoallergenic formulas to determine if they have
experienced a higher incidence of obesity, learning disabilities, and/
or ADHD, in childhood and/or endocrine disorders later in life, as
compared with people who were breast fed, and then as compared with
people who were raised on milk based infant formulas.

If I can be of any further help to anyone on this important subject,
they should not hesitate to write or call. If anyone receives a list
of ingredients from vaccine producers, I would be pleased to go over
the ingredients and advise them of the ingredients that contain
processed free glutamic acid (MSG).

Tuesday, May 20, 2008

Siapakah????

Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa
musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil
berkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir
senyuman.


Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan
tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.


Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada
sentiasa menumpuk - numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun
masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.


Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.


Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Orang yang
mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa
amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata
memandang.


Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak
membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.


Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak
kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa
neraka.

Siapakah org yg KEDEKUT ?
Orang yg kedekut ialah org yg membiar atau membuang email ini begitu
sahaja, malah dia tidak akan menyampaikan pula pada org lain.


Katakan ini dengan jelas, "Ya Allah saya mencintai-MU dan
memerlukan-MU,datang dan terangilah
hati kami"

Wednesday, May 14, 2008

KALAU BOLEH JANGAN

salaam

MINUM AIS, MANDI MALAM DAN MEROKOK


Mari kita kupas satu demi satu dan mulakan dengan kesan minum air batu ke atas paru-paru. Mari kita buat eksperimen pertama.
Ambil sebiji gelas,
masukkan beberapa ketul ais dan tambahkan sedikit air.

Biarkan di atas meja untuk tempuh beberapa minit. Perhatikan apa yang terjadi di permukaan luar g elas ini. Dari eksperimen ini, kita akan perhatikan titisan
air di permukaan luar gelas ini. Kesimpulan dari eksperimen mudah in ialah, suhu sejuk dari bahagian dalam gelas boleh menyebabkan proses kondensasi wap
air di udara berlaku di mana wap air ini akan bertukar bentuk dari wap kepada air. Dalam anatomi manusia, saluran esofagus adalah saluran yang
membawa makanan dan minuman dari mulut ke perut. Di sekeliling saluran esofagus ini terdapat binaan paru-paru. Unit terkecil bagi paru-paru ialah alveolus.

Alveolus adalah binaan mirip sebiji belon. Udara di dalam alveolus ini sangat lembab (high humidity).

Apabila s eseorang minum air batu seperti jus apel atau jus oren, saluran esofagus menjadi sejuk dan alveolus yang terletak berhampiran
esofagus ini juga menjadi sejuk. Keadaan ini akan menyebabkan proses kondensasi wap air berlaku di dalam banyak alveolus menjadi cecair air. Air ini
akan terkumpul di dalam alveolus. Apabila proses minum air batu ini berterusan untuk sekian tahun, proses ini juga akan berterusan dan akibatnya ialah
semakin banyak air terkumpul di alveolus dan air ini akan mula melimpah ke kawasan alveolus lain. Air yang terkumpul di alveolus (paru-paru) ini akan
mengakibatkan alveolus tidak dapat menjalankan fungsinya iaitu menjalankan pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida. Lebih banyak air terkumpul akan
mengurangkan bahagian paru-paru untuk menjalankan fungsi asas paru-paru iaitu pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida. Itulah sebabnya orang yang
gemar dan kerap minum air batu akan cepat mengah bila berbuat aktiviti lasak kerana pertukaran udara di paru-paru tidak mencukupi.

Daripada situasi ini, badan bertindak balas menghasilkan satu tindak balas iaitu tapak tangan lembap dan basah.
Kajian saintifik ini telah dimantapkan dengan mencari data ujian kes sebenar ke atas sampel-sampel orang yang memang suka minum air batu. Beratus
sampel dikaji dan salah seorang pelajar saya akhirnya memilih tajuk yang berkaitan bagi Projek Tahun Akhir beliau.

Saya banyak membantu beliau dan pelajar ini juga sebenarnya banyak membantu saya. Salah satu sampel yang menarik dalam kajian saya ini
ialah satu hamba Allah saya namakan Mr Y.

Mr Y berusia 48 tahun. Seorang ketua jabatan yang tabiaatnya ialah gemar air batu. Biliknya sentiasa berhawa dingin namun yang peliknya ialah tingkap
bilik Mr Y sentiasa terbuka agar biliknya tidak sejuk (panas). Mr Y juga gemar berbaju dua lapis atau memakai blazer walaupun cuca agak panas bagi
saya. Namun yang paling menggelikan hati saya ialah beliau tidak boleh tidur bersama isteri, alasannya ialah bila tidur dengan isteri, siisteri hendak buka
kipas syiling tetapi Mr Y tidak membenarkan kerana sejuk. Bagi mengelakkan pergaduhan, isteri tidur dengan anak-anak dengan membuka kipas sementara Mr Y
tidur bersendirian tanpa buka kipas. Bagi makluman pembaca sekelian, Mr Y sudah kena simptom ?kalah sejuk? iaitu antara pelbagai kesan dari masalah
paru-parunya. Berikut pula adalah penjelasan bagi kes mandi malam. Pada tahun 1983, saya mula
gemar bermain badminton dan budaya ini berterusan sehingga tahun 1998.
Selalunya
saya main pada waktu malam dan sekembalinya saya akan mandi sebelum tidur. Selalunya saya bermain badminton 2 kali seminggu atau lebih. Saya perhatikan bahawa
tapak tangan saya semakin basah semenjak saya bermain badminton. Pada penghujung 1980an arwah guru saya mula mengajarkan ilmu bahawa elakkan mandi malam
bagi mengelakkan penyakit paru-paru berair.

Saya macam percaya dengan tidak kata-kata guru saya ini kerana maklumlah saya lulusan universiti sedangkan guru saya tidak masuk universiti. Saya tidak menolak

atau menerima saranan beliau namun saya menjalankan proses sains iaitu membuat proses pemerhatian untuk mendapatkan keputusan. Bila ada kesempatan ke hospital sewaktu
menziarahi rakan atau saudara, saya meluangkan masa berjumpa dengan pesakit yang kena penyakit paru-paru berair. Saya perhatikan pesakit ini ditebuk lubang
pada dadanya untuk memasukkan saluran getah kira-kira diameter 5mm.


Salur getah ini disambungkan dihujungnya kepada satu beg plastik transparens. Di dalam beg plastik transparens ini terkandung cecair pekat mirip air jus tembikai.

Saya mula bertanya kepada pesakit ini tentang penyakitnya serta sejarah hidupnya. Pesakit ini memberitahu saya bahawa beliau kena penyakit
paru-paru berair. Setelah berbagai soalan saya ajukan, akhirnya saya dapat satu soalan cepu mas iaitu ada main badminton ke??
Pesakit ini
memberitahu saya bahawa ia bermain badminton semenjak belasan tahun hingga usia sekarang iaitu lebih 50 tahun.


Ia bermain waktu malam dan selepas bermain beliau akan mandi. Dari proses sains secara membuat pemerhatian ini saya sudah boleh membuat
kesimpulan iaitu mandi malam boleh menyebabkan paru-paru berair. Dari satu pemerhatian ini, kajian saya masih belum mantap kerana terdapat pelbagai variable lain yang
saya lupa masukkan dalam kajian ini. Dengan itu, saya meneruskan kajian ini kep ada ramai orang lain dan hasilnya menakjubkan. Sememangnya korelasi mandi
malam dengan masalah paru-paru adalah tersangat kuat. Dengan ini kesimpulan asal saya adalah tepat dan benar iaitu mandi malam menyebabkan masalah
paru-paru seperti paru-paru berair. Pada kira-kira 3 bulan lepas, seorang rakan s ekerja saya yang bakal pencen pada Februari ini telah dimasukkan ke
Hospital Sultanah Aminah (HSA) kerana masalah paru-paru. Saya bersama beberapa rakan dan Ketua Jabatan datang melawat pesakit ini di HSA. Apabila
sampai dan bertemu pesakit ini, kami terus mengajukan apakah sebenarnya penyakit yang dialami rakan sekerja saya ini. Setelah beliau memberitahu beliau
menghadapi masalah paru-paru berair, saya terus mengajukan soalan ?Sipolan, engkau selalu mandi malam ke? ?. Belum sempat pesakit ini menjawab, isterinya segera
mencelah ?Dia memang selalu mandi malam. Orang dah pesan jangan mandi malam tetapi dia degil terus mandi malam. Kadang-kadang kalau musim panas, dia ni
mandi malam dua kali untuk menyejukkan badannya ?. Sahabat saya diam tersipu-sipu lalu berkata ?badan dah panas, nak buat apa!?. Begitulah kata-kata orang yang degil.
Dari penjelasan ringkas saya di sini boleh dirumuskan bahawa: